Kita ketahui bahwa Negara Indonesia adalah Negara kepulauan, dimana terdapat banyak sekali macam macam suku bangsa, bahasa, agama, adat, dan budaya. Menjadi kebanggan tersendiri dapat hidup dan lahir di Negara yang mempunyai bermacam macam perbedaan. Meskipun Negara ini memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Berbeda beda tapi tetap satu, tidak menutup kemungkinan tetap akan terjadi peristiwa atau kasus mengenai Intoleransi antar suku bangsa.
Salah satu peristiwa Intoleransi yang pernah terjadi di Indonesia adalah seorang Biksu dilarang beribadah. Peristiwa ini terjadi di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu 07 Februari 2018. Awal mula peristiwa ini terjadi adalah penolakan warga sekitar terhadap kegiatan kebaktian umat Budha dengan melakukan tebar ikan di danau bekas galian di pasir di Kampung Kebon baru, Desa Babat. Masyarakat menolak kehadiran umat Budha itu dikarenakan masyarakat mengira Biksu itu mengajak orang lain untuk memeluk agama Budha.
Terkait hal tersebut, pihak Kepolisian setempat mengumpulkan masyarakat setempat dan para tokoh agama setempat untuk melakukan musyawarah agar tidak menjadi isu yang berkepanjangan dan meluas.
Setelah musyawarah, para warga akhirnya meminta maaf kepada Biksu mulyanto atas kesalah pahaman tersebut.
Pendapat saya tentang kejadian ini adalah sudah seharusnya kita menyadari bahwa kita hidup di dalam keberagaman dan sudah seharusnya kita menanamkan toleransi sejak dini, kita harus menghormati segala cara umat beragama beribadah karena sudah pasti setiap agama memiliki caranya sendiri untuk beribadah, jangan menilai atau mengecap sesuatu hal dengan cepat tanpa kita cari tahu terlebih dahulu apakah itu benar atau tidak. Dan harapan saya semoga tidak terjadi hal hal intoleransi lagi kedepannya.
Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3860401/viral-video-biksu-dilarang-ibadah-di-tangerang-ini-penjelasan-polisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar